LESTARIKAN TRADISI LELUHUR WARGA DESA PENDOWO GELAR SADRANAN
Nyadran atau Sadranan dilakukan oleh orang Jawa yang dilakukan di bulan Sya’ban (kalender Hijriyah) atau Ruwah (Kalender Jawa). Tujuan tradisi ini untuk sarana mendoakan leluhur yang telah meninggal dunia, mengingatkan diri bahwa semua manusia pada akhirnya akan mengalami kematian, juga menjadi gerakan guna melestarikan budaya gotong royong. Sadranan dilakukan melalui beberapa rangkaian kegiatan yang unik. Berikut adalah beberapa tahapan utama dalam tradisi ini. 1. Melakukan Besik Besik, yaitu pembersihan makam leluhur dari kotoran dan rerumputan. Dalam kegiatan satu ini, masyarakat dan antar keluarga saling bekerjasama gotong-royong membersihkan makam leluhur. 2. Kirab Kirab, merupakan arak-arakan peserta Nyadran menuju ke tempat upacara yang akan dilangsungkan. 3. Ujub Ujub ini adalah menyampaikan maksud dari serangkaian upacara adat Nyadran oleh Pemangku Adat. 4. Doa Pemangku Adat akan memimpin kegiatan doa bersama yang ditujukan kepada roh leluhur yang sudah meninggal. 5. Kembul Bujono dan Tasyakuran Setelah dilakukan doa bersama, dilanjutkan dengan makan bersama. Masyarakat menggelar Kembul Bujono atau makan bersama dengan setiap keluarga yang mengikuti kenduri, dan harus membawa makanana sendiri. Makanan yang dibawa berupa makanan tradisional, seperti ayam ingkung, urap sayur, sambal goreng ati, perkedel, tempe bacem dan sebagainya. Tradisi Sadranan di atas menjadi wujud penghormatan dan rasa syukur, sekaligus menjaga keharmonisan antar masyarakat.