Detail Berita

Desa Kemloko, Kranggan, Temanggung rupanya memiliki banyak potensi UMKM yang dapat digali. Salah satunya yaitu keripik singkong. Selain di Dusun Puspan, keripik singkong juga diproduksi di Dusun Menongso. Pemilik usaha keripik singkong ini adalah Pak Muntamar. Keripik singkong miliknya dikenal dengan merek “Akbar”.

 

Pada Sabtu (11/1), tim KKN-PPM UGM Pesona Kranggan Periode 4 2024, berkunjung ke lokasi Keripik Singkong Akbar. Saat melakukan kunjungan dan wawancara, diketahui usaha keripik singkong ini sudah berjalan selama empat tahun. Hasil produknya pun kini dipasarkan di Pasar Temanggung dan warung-warung kecil di Desa Kemloko. 

 

Awal mula didirikannya Keripik Singkong “Akbar” ini dari niatan mencoba untuk membuat keripik singkong. “Daripada cari kerja, mending bikin kerja,” lanjut istri Pak Muntamar ketika diwawancara. Dari sinilah Pak Muntamar meneruskan produksi keripik singkong sendiri dan belum memiliki karyawan.

 

Istri Pak Muntamar menyebut produksi keripik singkong sudah mulai menggunakan mesin-mesin yang kecil. Akan tetapi, ia menyebut ada rencana untuk membeli mesin-mesin lain. Apalagi, proses pembuatan keripik singkong dilakukan sejak setelah subuh sehingga membutuhkan tenaga lebih. 

 

Terkait tenaga, istri Pak Muntamar menyebut hal inilah yang menjadi salah satu kendala. “Mau bayar orang belum mampu, akhirnya kami kerjakan sendiri. Tapi kalau ada jumlah banyak, minta bantuan saudara,” ucapnya.

 

Penjualan Keripik Singkong Akbar tidak hanya melalui pemasaran secara offline, tetapi juga dipasarkan melalui media online, seperti WhatsApp. “Pembelian bisa melalui WhatsApp atau datang langsung ke sini,” lanjutnya. Tidak hanya itu, Pak Muntamar juga melakukan promosi melalui WhatsApp dengan melalui unggahan status WhatsApp. 

 

Selain membuat keripik singkong, istri Pak Muntamar menyebut mereka juga membuat produk lain saat musim tertentu, seperti lebaran. “Criping pisang sama talas juga pernah buat, paling pas lebaran,” pungkasnya.