Detail Berita

Gambar Kesenian Topeng Ireng Dusun Jurang

Sumber: Instagram Bharata Rimba

 

Topeng Ireng adalah kesenian yang berasal dari Magelang. Nama Topeng Ireng sendiri merupakan nama asli dari Magelang yang memiliki makna yaitu “Toto Lempeng Iromo Kenceng”. Topeng Ireng masuk ke Temanggung dan mulai dikenal  pada tahun 1951.

 

Terkhusus di Dusun Jurang, Desa Kemloko, Kecamatan Kranggan, Temanggung, Topeng Ireng diprakarsai oleh Bapak Yogi yang sekarang ini menjabat sebagai Kepala Dusun Dusun Jurang. Kala itu, Topeng Ireng ditampilkan dalam rangka meramaikan Hari Kemerdekaan Indonesia pada tahun 2016. Hingga saat ini, kesenian Topeng Ireng di Dusun Jurang yang menjadi bagian dari Desa Kemloko masih aktif sebagai hiburan warga setempat Desa Kemloko.

 

Tapi saat ini, penggerak kesenian lokal yaitu Mas Sentir menyatakan bahwa perjalanan Topeng Ireng di Desa Kemloko menemui beberapa tantangan. Diantaranya antusias dari generasi muda sudah tidak setinggi dulu lagi, salah satunya karena kemauan dan kesadaran yang kurang tertanam pada diri generasi muda lokal untuk turut melestarikan kesenian lokal Topeng Ireng.

 

Sebenarnya, sudah ada usaha dari penggerak dan seniman lokal sendiri, yaitu dengan menarik generasi muda sedari dini untuk ikut latihan. Hal ini bertujuan agar tertanam rasa tanggung jawab untuk melestarikan kesenian lokal Topeng Ireng. Selain itu, penggerak lokal Mas Sentir turut aktif di komunitas Topeng Ireng Temanggung. Langkah ini juga menjadi langkah yang dipilih untuk dapat memperkenalkan keberadaan Topeng Ireng di Desa Kemloko di wajah Temanggung, sehingga memperkuat relasi untuk keberlanjutan kesenian Topeng Ireng.

 

Lebih dari itu, selain usaha dari penggerak seniman lokal, seluruh unsur masyarakat seharusnya melestarikan dan mempromosikan kesenian lokal Topeng Ireng, terutama masyarakat Desa Kemloko. Pihak Pemerintah Desa juga perlu turut aktif dalam usaha dan langkah nyata melestarikan Topeng Ireng. Diantaranya, dengan dukungan finansial seperti bantuan kostum dan infrastruktur seperti tempat latihan. Selain itu, juga peningkatan kapasitas penggerak lokal misal dengan pelatihan dan workshop tata rias, koreografi, dan lain-lain. Lebih dari itu, pengakuan dan penghargaan terhadap penggerak kesenian lokal Topeng Ireng juga diharapkan akan meningkatkan semangat mereka untuk terus melestarikan kesenian lokal Topeng Ireng di Desa Kemloko. Semua ini dilakukan sebagai strategi multistakeholder dalam rangka melestarikan kesenian lokal Topeng Ireng di Desa Kemloko.

 

Sumber: Wawancara Mas Sentir (Penggerak Topeng Ireng Di Dusun Jurang)